Biant Agung - Bulan april tepatnya di tanggal 21 semua bercerita tentang hari Kartini. Iya benar, Kartini adalah tokoh emansipasi wanita yang sangat populer, terlebih dengan bukunya "Habis Gelap Terbitlah Terang". Sejak dahulu sosok Kartini selalu jadi inspirasi bagi kaum wanita hingga saat ini di era moderen.


Berbicara mengenai Kartini di era moderen saat ini, semua televisi menayangkan serta mengundang narasumber cantik. Ya, mereka adalah wanita-wanita yang punya jabatan seperti bupati, walikota dan lain sebagainya. Semua narasumber tersebut dinobatkan sebagai Kartini-nya era moderen.

Berdasarkan hal tersebut, saya pribadi kurang setuju kalau mereka para narasumber yang memiliki jabatan tinggi disebut sebagai Kartini moderen. Menurut saya, Kartini di era moderen ini bukanlah mereka para wanita karir dengan berbagai jabatan yang didudukinya, melainkan seorang Ibu lah yang pantas kita sebut sebagai Kartini Sejati Era Moderen. Kok bisa? Kenapa malah Ibu? Apa gak salah itu?

Saya pribadi lebih setuju jika Ibu adalah kartini sejati. Iya benar, karena Ibu sudah bersusah payah melahirkan kita. Perjuangan ibu mengandung kita selama 9 bulan jauh lebih berat ketimbang perjuangan para wanita yang duduk di kursi pemerintahan.

Tak berhenti disitu saja, setelah melahirkan, Ibu merawat, mendidik hingga kita jadi seperti saat ini. Bayangkan betapa kuat dan hebatnya Ibu. Namun, setelah kamu remaja dan dewasa sering sekali kamu memaki Ibu. Tetapi Ibu dengan sabar serta ikhlas menerimanya. Nah, tambah hebat lagi kan Ibu. Jago sabar, coba kamu? Pasti takkan sekuat Ibu.

Jadi, kebayangkan perjuangan seorang Ibu. Ia kuat dan sabar. Ia tak dapat gaji dan pangkat seperti para kartini yang duduk di kursi pemerintahan. Ini hanya sekedar tulisan dari saya, semoga tahun depan yang jadi narasumber di semua acara televisi pada waktu peringatan hari kartini adalah para Ibu. Iya Ibu saya dan tak ketinggalan juga Ibu kamu teman-teman.

Ehmm, jika kamu masih berstatus anak sekolahan, coba deh buat acara di sekolah mu yang turut mengundang para Ibu. Jangan cuma buat acara kartini-kartono, pawai pakai kebaya-kemeja doank. Eitzz,, ini hanya sekedar saran ya.

Sebagai penutup di akhir tulisan ini, saya mengajak teman-teman untuk menghormati dan menyayangi Ibu. Ibu adalah Kartini Sejati di Era Moderen. Ingat surga ada di telapak kaki Ibu. Oke, sampai jumpa di postingan selanjutnya. Salam Edukasi.